Kediri – Paska terjadi pembakaran dan penjarahan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, seluruh satuan kerja (satker) tetap bekerja secara normal. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebutkan saat ini satker terdampak berbagi tempat dengan ruangan satker yang masih utuh.
Mas Dhito, sapaan akrabnya, menjelaskan akibat kerusuhan tersebut, gedung dan bangunan dari 18 satker yang terdampak ini sudah tidak difungsikan. Pun demikian pihaknya menyebut roda pemerintahan di Kabupaten Kediri sudah mulai berjalan normal.
“Antar OPD (yang tidak terdampak) saling memberikan ruangannya supaya bisa digunakan,” terang Mas Dhito usai mendampingi Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto yang melakukan kunjungan di Kantor Pemkab Kediri, Kamis (4/92025).
Gedung utama yang terdampak parah seperti gedung bupati dan wakil bupati serta zona sekretariat daerah, seluruhnya akan berbagi tempat dengan area gedung Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Badan Pendapatan Daerah, serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri.
Dari pantauan di lapangan, beberapa satker masih terlihat menyelamatkan dokumen-dokumen yang tersisa. Menurut Mas Dhito proses pembersihan saat ini sekitar 50 persen.
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat ikut kerja bakti dan pembersihan Kantor Pemkab Kediri pada Jumat (5/9). Harapannya, dengan adanya pembersihan bersama ini bisa membantu proses pemulihan.
Untuk pemulihan gedung-gedung, kata Mas Dhito, pihaknya akan mengirimkan surat kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna melakukan renovasi dan pembangunan gedung-gedung yang terdampak.
“Mengajukan surat ke Kementerian PU, setidaknya untuk sharing pembangunan kantor (Pemkab Kediri),” jelasnya.
Sebelumnya, Mas Dhito juga menyebutkan bahwa pelayanan publik masih terus berjalan paska kejadian tersebut. Hal ini disampaikannya saat melakukan Press Release pada Minggu (31/9) lalu.
“Untuk yang sifatnya tidak pelayanan publik, maka dizinkan untuk bekerja dari rumah,” katanya.








Tinggalkan komentar