Dunia sudah sangat akrab dengan istilah Artificial Intelligence atau AI. Kendati demikian, Elon Musk berencana menerapkan sebutan yang berlainan pada salah satu perusahaan teknologinya.
Pimpinan tertinggi SpaceX tersebut menyatakan bakal mengubah nama divisi AI di perusahaannya dari SpaceXAI menjadi SpaceXSI.
Singkatan “SI” tersebut merujuk pada frasa “Super Intelligence”.
Gagasan ini timbul usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggalakkan pemakaian frasa “super intelligence” guna menggantikan “artificial intelligence”.
Pernyataan konfirmasi dari Musk tersebut disampaikan saat seorang warganet di platform X melontarkan pertanyaan terkait potensi pergantian nama tersebut. Musk memberikan jawaban bahwa langkah itu bakal direalisasikan.
Kendati demikian, penetapan nama baru itu belum dapat dipastikan berlangsung dalam waktu dekat.
Berdasarkan catatan Reuters saat laporan ini dirilis, akun X SpaceXAI masih belum mengalami perubahan. Di samping itu, Musk belum memaparkan keterangan lanjutan perihal jadwal pelaksanaan pergantian nama tersebut. Pihak SpaceXAI juga belum memberikan tanggapan saat diminta konfirmasi oleh Reuters.
Langkah pergantian ini tampak sederhana, tetapi memikat perhatian lantaran berkaitan dengan metode industri dalam mendefinisikan teknologi yang bertumbuh pesat.
Masyarakat global telah lama mengenal istilah Artificial Intelligence selama puluhan tahun. Saat ini, terdapat dorongan untuk mengadopsi sebutan yang menonjolkan kapasitas dari teknologi tersebut, yakni Super Intelligence.
Kelanjutan nasib istilah “SI” apakah mampu menyaingi popularitas “AI” masih perlu disaksikan bersama.
Sumber: Reuters | Musk says he will rename SpaceXAI to SpaceXSI | Chandni Shah | 4 Oktober 2026.








Tinggalkan komentar