DEMAK, korandigital.id – Rencana normalisasi Sungai Makam Pahlawan Karangmlati disosialisasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak pada Rabu (30/9/2026). Acara yang bertempat di GOR Mangunjiwan, Kecamatan Demak, ini dihadiri oleh warga yang memanfaatkan lahan di sepanjang bantaran sungai.
Proyek normalisasi sungai ini direncanakan mencakup panjang sekitar 2 kilometer, dimulai dari kawasan Makam Pahlawan hingga berakhir di Masjid Miftahul Huda.
Nanang Tasunar David Narutomo selaku Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Demak menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai rencana pekerjaan serta membahas kondisi bangunan dan aktivitas warga di sekitar bantaran sungai.
Keberadaan para pedagang dan pelaku UMKM yang menggantungkan pencaharian di kawasan tersebut menjadi salah satu poin perhatian utama dalam kegiatan ini.
Nanang menyebutkan pihaknya akan berkoordinasi bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Demak guna mencari jalan keluar bagi para pedagang.
“Nanti kami koordinasikan dengan Dindagkop UKM Demak. Mudah-mudahan mereka bisa memberikan solusi, karena ini juga merupakan warga binaan Dindagkop UKM,” kata Nanang.
Berkenaan dengan kompensasi bagi warga terdampak, Nanang menegaskan bahwa kegiatan normalisasi yang dikelolanya tidak mengalokasikan anggaran untuk kompensasi.
“Kalau dari kami tidak ada kompensasi, memang karena sesuai aturan dan anggaran yang ada di sini kita hanya untuk normalisasi saja,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pengerjaan normalisasi ditargetkan rampung sebelum batas anggaran perubahan pada Desember 2026, serta diharapkan selesai sebelum intensitas musim hujan meningkat.
Prosedur penertiban bangunan nantinya akan melalui tahapan pemberian Surat Peringatan (SP) sebanyak tiga kali, di mana penerbitan SP tersebut merupakan kewenangan Satpol PP Kabupaten Demak.
Data yang dipaparkan dalam sosialisasi menunjukkan ada sekitar 227 bangunan di kawasan itu, yang mencakup bangunan pedagang, fasilitas warga seperti pos kampling, serta bangunan pribadi berupa garasi dan tempat parkir.
Anwar, seorang warga Wonosari berprofesi sebagai penjual makanan yang hadir dalam acara tersebut, menyatakan dukungannya terhadap rencana normalisasi sungai.
Menurut pandangannya, fungsi asli sungai memang perlu dikembalikan, salah satunya guna mendukung pengairan lahan pertanian, namun ia juga meminta pemerintah menyediakan solusi bagi pedagang yang mencari penghidupan di sana.
“Saya mendukung normalisasi sungai. Sungai memang digunakan sesuai fungsinya untuk mengaliri sawah. Tetapi kami sebagai pedagang juga mencari nafkah di situ. Harapan kami ke depan ada ruang atau lahan yang disediakan untuk pedagang,” kata Anwar.
Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban setelah normalisasi usai, melainkan juga memberikan solusi bagi warga terdampak.
“Bukan langsung selesai setelah normalisasi. Kami berharap ada kebijakan dan solusi ke depannya, bagaimana yang terbaik untuk pedagang,” ujarnya.
Di samping itu, Anwar juga mengemukakan bahwa masalah kompensasi masih memerlukan kejelasan dari pihak berwenang.
“Kalau saya pribadi sebagai perwakilan pedagang, kalau bisa harus ada tempat atau ruang untuk kami. Karena kami juga perlu mencari nafkah,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) Kabupaten Demak, Naning Prih Hatiningrum, Kapolsek Demak Kota, Danramil Demak Kota, Camat Demak Kota, beserta para pemangku kepentingan terkait.
Pemkab Demak menaruh harapan agar pelaksanaan normalisasi Sungai Makam Pahlawan Karangmlati dapat terlaksana melalui koordinasi yang baik antara pihak pemerintah dan masyarakat.
Pekerjaan normalisasi sepanjang 2 kilometer ini diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi sungai sekaligus membantu menata kawasan di bantaran sungai.








Tinggalkan komentar