Proses pembangunan ulang Pasar Ngadiluwih kini mendekati tahap akhir, sehingga penantian warga serta para pedagang segera tuntas. Pasar rakyat ini tidak hanya tampil dengan wajah baru, melainkan juga siap beroperasi penuh selama 24 jam dan membawa peluang ekonomi segar.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pasar pada hari Rabu (14/10). Berdasarkan kemajuan pengerjaan renovasi, ia memprediksi peresmian Pasar Ngadiluwih dapat terlaksana sekitar bulan November.

“Ini sedang sosialisasi kepada teman-teman pedagang yang selama ini menempati TPPS (Tempat Penampungan Pedagang Sementara),” ujar Mas Dhito.

Setelah mengalami kebakaran dan direvitalisasi, Pasar Ngadiluwih tampil lebih megah mengusung perpaduan konsep tradisional, modern, serta berbudaya. Serupa dengan Pasar Wates yang dijadikan model, kegiatan operasional pasar ini nantinya dibagi menjadi tiga gelombang waktu.

Sistem operasionalnya mencakup waktu sore sampai malam untuk tambahan pedagang kuliner, dini hari hingga pagi bagi pedagang sayur, serta pagi sampai siang khusus pedagang los dan kios. Pembagian tiga waktu ini disiapkan untuk menampung para pedagang lama serta membuka kesempatan bagi pelaku usaha baru yang ingin mencari nafkah.

Di samping itu, fasilitas pasar ini juga menyediakan area lapak pujasera untuk menyajikan berbagai hidangan khas Ngadiluwih serta Kabupaten Kediri.

“Seluruh pedagang yang sudah ada bisa masuk semuanya, total pedagang (termasuk yang masuk daftar tunggu) ada 714 dan lapak yang tersedia 805 (belum termasuk pelataran untuk lesehan),” jelas Mas Dhito.

Bupati menjelaskan bahwa penerapan operasional 24 jam akan menghidupkan aktivitas perniagaan di Pasar Ngadiluwih bahkan pada malam hari. Memiliki halaman yang luas seperti Pasar Wates, area tersebut juga berpotensi dimeriahkan dengan pertunjukan musik langsung saat jam kuliner.

“Di tahun 2027 pedestarian di depan pasar juga akan kita perbaiki. Dan yang paling penting nantinya tidak ada pedagang yang berjualan di depan pasar, semua masuk ke dalam seperti Pasar Wates,” ungkap Mas Dhito.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menerangkan bahwa proses perbaikan hampir selesai, di mana sisa pekerjaan utama yang tersisa adalah pemasangan fasad pada salah satu bagian los.

Di samping penyelesaian fisik bangunan, pihak dinas sedang menjalankan sosialisasi kepada pedagang yang diteruskan dengan pengundian tempat berjualan pada tanggal 27 sampai 30 Oktober. Berikutnya, seluruh pedagang diwajibkan untuk pindah dan mulai berdagang di gedung baru pada bulan Desember.

Bagi warga yang berminat membuka usaha kuliner di area pelataran, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri mempersilakan untuk mendaftarkan diri. Kendati demikian, pihak dinas tetap memprioritaskan penataan bagi pedagang yang sebelumnya berjualan di bagian depan pasar.

“Kami juga membuka siapa saja yang dari luar mau masuk (berjualan kuliner) ke sini,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Time traveller

Selamat datang di seputarwilis.com ! Wadah berbagi kreativitas pemuda di Kediri dan sekitarnya. Hanya disini kamu bisa eksplor pengetahuanmu tentang informasi aktual di seputar Wilis. Mau berbagi info menarik dengan kami? Dengan senang hati, kami tunggu ya!

Yuk Gabung!