Peristiwa wafatnya Zulkarnain Abdil Aziz (10), anak berkebutuhan khusus asal Surabaya, memicu kemarahan publik. Korban didapati kritis di dekat kediamannya pada 12 September 2026 dengan kondisi leher terbelit tali sepatu. Nyawanya gagal diselamatkan meski telah dilarikan ke rumah sakit.

Pihak keluarga lantas mengecek rekaman CCTV serta melaporkan dugaan perundungan yang diduga melibatkan dua anak tetangga kepada pihak kepolisian.

Hingga 19 Oktober 2026, kepolisian menetapkan anak berinisial K (10) berstatus sebagai anak berkonflik dengan hukum, sementara keterlibatan F (8) masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Penanganan perkara ini berpedoman pada ketentuan peradilan anak mengingat usia mereka yang masih belia.

Penyelidikan lanjutan masih diperlukan guna mendalami dugaan motif kekesalan dari peristiwa terdahulu. Di sisi lain, Pemkot Surabaya turut menghadirkan pendampingan bagi keluarga korban serta keluarga anak yang tersangkut perkara tersebut.

Peristiwa ini menjadi sorotan mengenai esensi pengawasan, perlindungan anak, serta upaya preventif terhadap tindak kekerasan sejak dini.

Sumber: detikJatim | Terungkap Motif Anak Difabel di Surabaya Diduga Di-bully hingga Tewas | Nailul Hikmah, Ainur Rofiq | 19 Oktober 2026 | Baca artikel asli⁠ | ilustrasi AI

Tinggalkan Balasan

Time traveller

Selamat datang di seputarwilis.com ! Wadah berbagi kreativitas pemuda di Kediri dan sekitarnya. Hanya disini kamu bisa eksplor pengetahuanmu tentang informasi aktual di seputar Wilis. Mau berbagi info menarik dengan kami? Dengan senang hati, kami tunggu ya!

Yuk Gabung!